Archive for February, 2009

Psstt..

Saturday, February 28th, 2009

Jangan berisik yaaa…

Ada bayi lagi bobo..

nadiyya-bobo-11

(more…)

Udang Lada Hitam

Saturday, February 28th, 2009

udang-lada-hitam

Sedang ingin menu ala resto tapi lagi males keluar rumah karena di luar cuaca hujan, dingin bahkan bersalju? Atau cuma kepengen aja menu yang nggak biasa dari biasanya?

Cobain deh udang lada hitam ini. Selain ladanya yang bikin hangat di badan dan tenggorokan, masaknya juga nggak  susah kok:).

Suami bilang: “Aku suka udang tapi dibumbuin ini juga lebih suka lagi”

Yuuk dicoba yuuk…

(more…)

“Winter party” tanpa “party”..

Friday, February 27th, 2009

Pernah nggak sih ngerasa nggak sabar pengen ngikutin suatu acara dan excited banget buat dateng ke acara itu tapi malah berakhir hmmm ‘kurang sesuai’ sama harapan karena hal yang emang saat ini di luar kemampuan sendiri?

Ituuu yang aku rasain minggu lalu ini huhuhu.

Seminggu yang lalu ada acara Winter Party di kantor di Bergen. Begitu tau dapet undangan acara itu, huaa seneeng banget deh. Nggak sabar pengen dateng dan ikutan acaranya. Bukannya kenapa, selaen karena memang pengen ketemu orang-orang kantor biar setidaknya eksis sedikit karena lagi cuti melahirkan 1 taun :p, biar orang-orang nggak lupa kalau aku juga kerja disitu hahaha. Lagipula aku seneeng banget sama makanannya hihihi.

Taun lalu soalnya makanannya enak-enak banget bow. Menunya lengkap deh dari appetizer sampe dessert sampe berbagai macem wine juga ada :p. Tapi kalau wine sih gue nggak nyentuh sama sekali. Kan ndak halal  hehe.

Naah udah siap-siap kan tuh hari Jumat itu. Nadiyya dibawa? Nggak, Nadiyya ditinggal sama abi nya. Oh iya, sejak awal Februari tiap Selasa dan Kamis dari jam 5 sore sampai jam 9 malem, Nadiyya ditinggal sama Mas karena dirikuwh harus kursus bahasa Norway. Pertama kali ninggalin Nadiyya wwoww jangan tanya rasanya. Kepikiraaan teruss tapi lumayan tenang soalnya kan Nadiyya sama Abinya. Daripada sama orang laen, ya nggak? ya nggak? ya kaaan?.

(more…)

Gulai cancang

Monday, February 23rd, 2009

gulai-cancang

Gulai yang satu ini memang beda. Dagingnya empuk, rasanya pedas, aroma dan rempah India nya sangat terasa. Biasanya, gulai cancang ini terkenal dengan pilihan gulai cancang ayam atau gulai cancang kambing. Tetapi, daging sapi dimasak gulai cancang juga sama saja enaknya.

Yuuk dicoba yuuk..

(more…)

Belajar di Norwegia

Monday, February 16th, 2009

Mau nulis apa ya? Semua sudah dirangkum lengkap di sini.

Daftar universitas bisa dilihat di sini. Untuk master program, katalog bidang studi bisa dilihat di sini.

Beasiswa untuk program Master.

Buat warga negara Indonesia, Quota Scholarship bisa jadi pilihan. Saya sendiri termasuk (mantan) penerima beasiswa ini. Dari 100% pembiayaan yang diberikan, sepertiga diberikan sebagai beasiswa, sementara dua pertiga sisanya diberikan sebagai pinjaman (yang akan dihapuskan begitu penerima beasiswa meninggalkan Norwegia setelah studinya selesai). Beasiswa yang diberikan berkisar antara 80.000 NOK untuk 10 bulan (nominalnya naik setiap tahun, meskipun tidak banyak, untuk mempertahankan daya beli). Penerima bisa mengajukan permohonan lagi (sampai jumlah tertentu) untuk keperluan riset tugas akhir. Tiket pulang pergi diberikan dalam jumlah tertentu (fixed),  (kalau ga salah) 2x dalam 2 tahun. Asyiknya, ada kemungkinan buat penerima program Quota untuk melakukan exchange program ke universitas di luar Norwegia yang punya kerjasama dengan universitas si penerima beasiswa. Saya sempat merencanakan untuk melakukan exchange program ke salah satu universitas di Urbana, Amerika, tapi terbentur keharusan mengambil beberapa mata kuliah wajib di medio yang sama.

Oh ya, saya sendiri adalah alumni Norwegian University of Life Sciences (Universitetet for Miljo og Biovitenskap, UMB) yang berlokasi di Ås. Kota kecil ini berjarak 26 menit dengan kereta dari ibukota Norwegia, Oslo. Saya mengambil program Master of Science in Development Resource Economics.

Beasiswa jenis lainnya adalah Erasmus Mundus. Beasiswa ini lebih generous dibanding beasiswa Quota. Saya sendiri tidak begitu paham detailnya. Hal unik dari beasiswa ini adalah kesempatan buat mahasiswa yang bersangkutan untuk berpindah tempat studi (berapa kali tepatnya saya kurang paham) di beberapa universitas di Eropa yang punya kerjasama dengan penyedia beasiswa.

Beasiswa untuk program PhD

Selain Quota Scholarship yang disebutkan di atas, program PhD di Norwegia secara umum dibiayai oleh “gaji” mahasiswanya. Kebanyakan program PhD di sini ditawarkan sebagaimana lowongan pekerjaan. Secara rutin pengumuman lowongan program PhD bisa dilihat di website NAV. (pilih bahasa Inggris, kemudian pilih tautan “vacancies on nav.no in english“).

Kota di Norwegia dengan mahasiswa PhD terbanyak dari Indonesia (setahu saya) adalah Trondheim. Disini berlokasi NTNU, universitas di Norwegia yang khusus menyediakan studi terkait dengan bidang tekhnik.

Detail yang lain bisa ditanyakan lewat e-mail ke keluarga@auliarezza.com atau lewat fasilitas pesan di bawah.

Update 23.02.2009:

NHH, tempat saya saat ini studi, memberikan (rata – rata) 5 beasiswa PhD di setiap Departemen dan di setiap tahunnya. Total ada 20 beasiswa di setiap tahun. Empat Departemen di NHH adalah Departement of Economics, Departement of Finance and Management Science, Department of Accounting, Auditing and Law, serta Department of Strategy and Management.

Udang Balado

Monday, February 16th, 2009

udang balado

Istri :  “Masak apa ya hari ini?”

Suami : “Udang balado donk sayang..udah kangen sama udang balado nya”

Selain memang sang suami seorang penggemar udang, tapi menu yang satu ini paling favorit dibandingkan menu dan masakan udang yang lainnya. Masaknya pun gampang, praktis dan nggak pake lama lah yaw:)

Yuukkk coba yukk..

(more…)

Nadiyya 7 bulan

Monday, February 16th, 2009

Iyaa..Nadiyya udah 7 bulan lohh..Alhamdulillah.

Makin gede aja anaknya Ummi dan Abi ini. Tapii ya tetep paling mungil dan imut dibandingkan temen-temen bayinya yang laen. Kayaknya sih katanya Nadiyya ngikutin postur tubuh Abi waktu masih bayi.  Jadinya nggak gampang ndut. Padahal Nadiyya mamamnya banyak loh..Ya nggak papa deh dari pada kayak Ummi, mamam banyak langsung ngefek ke lemak-lemak ditubuh hihihi. ..

Trus juga tengkurep dan merayapnya makin seru ajah deh. Kalau kata Abi “Wah anak Abi sekarang kayak lagi latian militer” Hihihi..

Beneran deh..jadi ya kalau lagi tengkurep gitu, Nadiyya kalau mau mengejar sesuatu atau misalnya mo meraih maenan didepannya, sampe yang merayap ke kiri kanan terus tengkurep terus merayap lagi sampe dapet maenannya :) ). Persiiis kayak latian militer..

(more…)

Awal dan Mula

Monday, February 16th, 2009

Jika ada negara dimana saya merasa paling banyak harus berterimakasih, selain Indonesia, Norwegia adalah jawabannya. Ia memberi kesempatan saya untuk melanjutkan studi (Master) di saat negara – negara lain yang lebih beasiswa friendly (untuk meyebut negara yang biasa jadi tujuan studi serta negara yang secara rutin mengalokasikan banyak beasiswa untuk Indonesia) semacam Australia dan Belanda menolak aplikasi lamaran beasiswa saya.

Proses pemberian beasiswa-nya pun cenderung ajaib. Saya mendapatkan beasiswa yang tidak pernah saya lamar. Koordinator program Master di Universitas tujuan saya menganggap saya sebagai kandidat yang potensial, tapi tidak mungkin dibiayai oleh beasiswa yang saya lamar karena alasan legalitas TOEFL (saya mendaftar menggunakan ITP TOEFL yang penggunaannya terbatas. Di pojok kanan bawah tertulis pula dalam huruf besar bahwa ITP tidak seharusnya dipergunakan untuk keperluan admission). Sang koordinator sempat berkirim surat elektronik (e-mail) dengan beberapa pertanyaan seputar ITP. Saya menjawab, dan selebihnya Allah dan sang koordinator sendiri yang mengatur. Awal Agustus 2005, saya menginjakkan kaki di Bumi Norwegia. Detik ini, hampir genap 4 tahun saya tinggal disini.

Tentu 4 tahun bukan berjalan tanpa cerita.

Atas izin Allah, saya berkesempatan melanjutkan studi saya di program PhD. Dinda, istri saya, dipercaya untuk melanjutkan karirnya disini.  Dinda adalah satu – satunya orang asing yang bekerja di Kantor Accenture Bergen. Putri kami-pun lahir disini.

Saat ini kami tinggal di rumah mungil yang, untuk perhitungan dan alasan ekonomis, telah kami miliki sendiri. Uangnya, 100%, kami dapatkan dari pinjaman Bank, tanpa jaminan. Kami diberi kelonggaran untuk hanya membayar bunga (tanpa membayar pokok hutang) selama 4 tahun saya studi.

Dan masih banyak kasih sayang Allah SWT yang kami terima lewat tangan sahabat dan teman – teman Norwegia kami. Kepada mereka semua halaman ini kami dedikasikan.

Nasi Goreng Jawa

Monday, February 16th, 2009

nasi goreng jawa

Sudah jadi menu umum di Indonesia, sarapan dengan hidangan nasi goreng. Apalagi nasi goreng dengan rasa dan aroma Jawa (Indonesia) asli. Walaupun diluar lagi penuh salju dan suhu udara minus, sarapan ini sebagai menu utama di pagi hari, serasa memulai hari di kampung sendiri :) .

Gampang, praktis dan cepat disajikan untuk di pagi hari:)


Yuuk dicoba yuukk..



(more…)