Awal dan Mula

Bergen dan Norwegia, written by Alif

Jika ada negara dimana saya merasa paling banyak harus berterimakasih, selain Indonesia, Norwegia adalah jawabannya. Ia memberi kesempatan saya untuk melanjutkan studi (Master) di saat negara – negara lain yang lebih beasiswa friendly (untuk meyebut negara yang biasa jadi tujuan studi serta negara yang secara rutin mengalokasikan banyak beasiswa untuk Indonesia) semacam Australia dan Belanda menolak aplikasi lamaran beasiswa saya.

Proses pemberian beasiswa-nya pun cenderung ajaib. Saya mendapatkan beasiswa yang tidak pernah saya lamar. Koordinator program Master di Universitas tujuan saya menganggap saya sebagai kandidat yang potensial, tapi tidak mungkin dibiayai oleh beasiswa yang saya lamar karena alasan legalitas TOEFL (saya mendaftar menggunakan ITP TOEFL yang penggunaannya terbatas. Di pojok kanan bawah tertulis pula dalam huruf besar bahwa ITP tidak seharusnya dipergunakan untuk keperluan admission). Sang koordinator sempat berkirim surat elektronik (e-mail) dengan beberapa pertanyaan seputar ITP. Saya menjawab, dan selebihnya Allah dan sang koordinator sendiri yang mengatur. Awal Agustus 2005, saya menginjakkan kaki di Bumi Norwegia. Detik ini, hampir genap 4 tahun saya tinggal disini.

Tentu 4 tahun bukan berjalan tanpa cerita.

Atas izin Allah, saya berkesempatan melanjutkan studi saya di program PhD. Dinda, istri saya, dipercaya untuk melanjutkan karirnya disini.  Dinda adalah satu – satunya orang asing yang bekerja di Kantor Accenture Bergen. Putri kami-pun lahir disini.

Saat ini kami tinggal di rumah mungil yang, untuk perhitungan dan alasan ekonomis, telah kami miliki sendiri. Uangnya, 100%, kami dapatkan dari pinjaman Bank, tanpa jaminan. Kami diberi kelonggaran untuk hanya membayar bunga (tanpa membayar pokok hutang) selama 4 tahun saya studi.

Dan masih banyak kasih sayang Allah SWT yang kami terima lewat tangan sahabat dan teman – teman Norwegia kami. Kepada mereka semua halaman ini kami dedikasikan.


5 Responses to “Awal dan Mula”

  1. Olin
    3:18 pm on February 18th, 2009

    Lif bukannya pas minjem uang ke bank kudu ada jaminan surat kerja dan slip gaji ya? Setahu kami kalau tidak ada jaminan surat kerja dan slip gaji, pihak bank tidak bersedia meminjamkan uang. Sedangkan kalau sudah punya pekerjaan saja tapi pekerjaan itu bukan permanent, pihak bank ragu meminjamkan uangnya (based on some friends’ experience).

  2. admin
    7:47 pm on February 18th, 2009

    Iya Olin. Thanks udah ngingetin.
    Kalau pemahaman gue slip gaji dan SK kerja itu syarat administrasi. Jaminan, yang gue pahami, ya kayak jaminan di Indo, bisa tanah, mobil, atau motor. Buat jaga2 kalau pas ybs di-PHK dan harga rumahnya turun, bank jadi ga rugi karena bisa jualan jaminannya. (mantan pegawa Bank M*****I, hehe)

  3. Nurlena
    9:57 am on February 24th, 2009

    Salam. Anak saya sekarang Junior college di Singapore thn terakhir, bagaimana untuk mendapatkan kuliah S1 nya bea siswa di LN?

    Dimana web yang bisa diliat untuk itu.

    Salam
    Nurlena

  4. admin
    1:33 pm on February 24th, 2009

    Buat uni Nurlena : Makasih ya uni sudah mampir.

    LN nya lebih spesifik mau dimana uni? Kalau di Norway mungkin bisa dibaca dipostingan tentang Beasiswa di Norwegia. Mudah2an bisa membantu ya uni.

  5. Gier
    4:25 pm on July 6th, 2009

    Hei,

    Bisa dijelaskan lebih lengkap ga maksudnya “Saya mendapatkan beasiswa yang tidak pernah saya lamar”???

    Ini bukan under Quota Scheme yah?

    Ditunggu cerita and penjelasannya yah..

    Takk.

Leave a Reply