Archive for March, 2009

Gulai Buncis

Wednesday, March 18th, 2009

gulai-buncis

Nggak punya blender ataupun ulekan tapi kepengen makan yang bersantan?

Gulai buncis satu ini bisa jadi pilihan. Cukup iris-iris, tumis-tumis, jadi deh:).

Bisa dimakan pakai nasi hangat atau dimakan dengan lontong/ketupat. Tambahkan rendang agar lebih kerasa nikmat.

Hmm…yummy…


Yuuk..dicoba yuuk..

(more…)

Pintar atau Beruntung?

Thursday, March 12th, 2009

Saya meneruskan artikel ini ke milis PPSDMS. Di sana ditulis jika Prabowo dan saudaranya, Hashim, menguasai lebih dari 3 juta hektar tanah Indonesia, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ditambahkan juga bahwa mereka berdua menguasai hak pengolahan minyak di beberapa negara di Asia Tengah. Tidak perlu ditanyakan betapa kayanya mereka.

Selesai membaca artikel tersebut, saya malah jadi luntur semangat. Buat saya, jungkir-balik sekolah dan bekerja bertahun – tahun, kemungkinan bisa beli tanah setengah juta hektar saja di Indonesia mungkin tidak begitu besar peluangnya. (Apalagi kalau presidennya bukan Gus Dur, hehe…)

Reaksi seorang teman kurang lebih sama. Dia bertanya “Seberapa hebatnya sih Prabowo hingga dia bisa mencapai posisi seperti sekarang?”.

Dasar geek, yang ada di pikiran saya adalah beberapa strategi estimasi ekonometrika dan instrumental variabel. Ups, sorry.

Begini:

Pertanyaan yang (hampir) sama sudah lama ingin dijawab oleh para ekonom. Mereka ingin tahu seberapa besar sih sebenarnya return to education itu.

Seperti kita tahu, orang dengan pendidikan lebih tinggi secara rata-rata mempunyai gaji yang lebih tinggi daripada mereka yang pendidikannya lebih rendah.  Namun, logika juga mengatakan bahwa mereka yang memilih untuk bersekolah lagi adalah mereka yang mempunyai kemampuan (akademis, intelektual) di atas rata-rata. Nah pertanyaannya: “seberapa besarkah  (dari relatif-tingginya) gaji karyawan berpendidikan tinggi itu dikontribusikan oleh tambahan pendidikan mereka?”. Atau, bisa juga pertanyaannya diubah jadi: “Jika kita bisa menemukan dua orang sama persis kemampuan, kecerdasan dan pengalamannya, yang satu berpendidikan S1 dan yang lain berpendidikan S2, seberapa besar gaji mereka berdua bakal berbeda?”.

Tentu ini penting buat kebanyakan kita. Sebanding ga sih biaya yang kita keluarkan untuk sekolah lagi (biaya waktu, biaya uang, dan biaya kesempatan: kita ga dapat gaji karena kita ga bekerja) dengan kemungkinan kenaikan gaji kita di masa depan?

Kembali ke Prabowo, pertanyaannya menjadi:

Seberapa besarkah kesuksesan (kekayaan) Prabowo sekarang ini bisa dijelaskan oleh kepandaiannya? Tentu, untuk menjawabnya, kita harus mampu menghilangkan beberapa keistimewaan Prabowo (faktor anak menteri, menantu presiden, perwira tinggi ABRI, atau bahkan kakak ipar (mantan) gubernur BI).

Buat siapa jawaban pertanyaan ini penting?

  • Buat yang ingin mencebur ke aktivitas politik. Anda bisa mengira-ngira seberapa besar potensi ‘keuntungan’ yang anda dapat jika anda dekat dengan kekuasaan.
  • Buat pengambil kebijakan publik. Seberapa besar dari ‘keuntungan’ dekat dengan kekuasaan ini bisa diidentifikasi sebagi nepotisme dan atau korupsi.
  • Buat mahasiswa PhD yang kesulitan mencari topik disertasi. Saya pastikan topik ini bisa dipublikasikan di American Economic Review!

Sebelum ditutup:

Simak cerita berikut ini. Meskipun (relatif) sama – sama dekat dengan kekuasaan, kekayaan Fahmi Idris (pemilik Four Seasons hotel) sangat jauh berbeda dengan Prabowo. Apa ini indikasi bahwa kepandaian mereka berdua juga berbeda jauh?

Terakhir, sejauh yang saya tahu, topik semacam ini pernah dibahas di Chapter 2 buku Economic Gangster dengan Tommy (dan anak2 presiden Soeharto lainnya) sebagai studi kasusnya.

Kalau Nadiyya lagi mamam..

Thursday, March 12th, 2009

Suka sambil diajakin becanda dan ngobrol-ngobrol sama Abi dan Ummi..

Nadiyya mamam nya didudukin di push chair..kadang sampe posisi badannya miring kiri kanan sampe push chairnya ikutan nyicipin mamamnya Nadiyya..(maksudnya kena noda gituhh:p).

Terharuu banget liat senyumnya dan ketawanya Nadiyya sayang. Apalagi kalau mamamnya banyak, bikin hati Ummi sama Abi ceria seharian..

Sehat2 ya sayang..

Ayam Goreng Balado

Thursday, March 12th, 2009

ayam-goreng-balado

Balado memang salah satu khas menu dari masakan minang. Walaupun disajikan harian, rasanya tidak pernah bosan untuk merasakan perpaduan pedasnya cabe dan manis asamnya tomat di lidah.

Ayam goreng disajikan balado? Bahkan suami berketurunan Jawa pun doyan dengan masakan ini.

Terima kasih Mama tercinta atas resep lezatnya..

Yuuk dicoba yukk..

(more…)

Mie Rebus

Thursday, March 12th, 2009

mie-rebus

Paling nikmat sekali menyantap mie rebus yang disajikan hangat-hangat. Apalagi kalau cuaca sedang dingin, mendung ataupun hujan. Sedang malas masak dan ingin masak yang cepat, mie rebus ini bisa juga jadi pilihan.

Tinggal tambahkan telur dan beberapa bakso lengkap dengan pak choy sebagai sayuran menambah gizi dan nimatnya mie rebus ini.

Simpel, praktis dan hmm yummy..

Yuuk dicoba yuuk..

(more…)

Fu Yung Hai (Isi Ayam)

Monday, March 9th, 2009

fu yung hai

Hmm..Fu yung hai…. Menu yang satu ini menggugah selera. Biasanya, isian fu yung hai adalah kepiting (yang kadang jarang sekali bisa gampang didapat). Lalu, ketika kangen dengan sajian fu yung hai tetapi tidak punya stok kepiting? Yuk dicoba fu yung hai dengan isian ayam ini. Atau, diisi dengan udang yang ukurannya kecil pun rasanya nggak kalah nikmatnya dan makin menambah selera. Sebenernya seperti omelet biasa namun sausnya itu tentu yang bikin beda.

Yuuk dicoba yuuk…

(more…)

The best…

Sunday, March 1st, 2009

… quotation I found about family:

  • Do you spend time with your family? Good. Because a man that doesn’t spend time with his family can never be a real man.” Vito Corleone

Dinner with my lovely friend..

Sunday, March 1st, 2009

Udah setaunan berteman dan lumayan deket di kantor, tapi aku sama sekali belom pernah ngundang Kristel kerumah. Kalau Kristel sih udah pernah waktu itu undang ke party nya dia dirumahnya, tetapiii berhubung saat itu dirikuwh ini sedang berperut buncit (alias nadiyya masih dalam perut Umminya) dan lagi trimester pertama makanya jadi males pergi.

Akhirnyaaa..setelah setaun lebihh, *hueheh telat bener yak maen kerumahnya, padahal katanya Kristel sering mampir tapi nggak pernah ada yang bukain pintu:P* Jumat malem kemaren kita ngundang Kristel dan suaminya, Rolf, ke rumah buat dinner ala Indonesia.

dinner-with-kristelMenunya malam itu pengennya lengkap gitu dehh.  Sayang nggak lengkap semuanya difoto abis keasikan ngobrol dan Nadiyya juga waktunya makan malam. Jadi appetizernya itu sop daging dan sayuran, trus main dish nya adalah sate ayam + nasi + acar timun wortel dan dessertnya pisang goreng. Terus minumnya ada es sarang burung.

Hihihi udah pede banget bakal bikin menu lengkap kayak gitu kaan.. Janjinya mereka dateng jam 5. Trus tau nggak sih jam 4 itu aku belom mandi dan dapur masih agak kotor abis dipake masak:p.

Jam setengah 5 bilang ke Mas yang lagi boboin Nadiyya “Abiii, aku mo ke dapur dulu yaa”

(more…)